Manfaat Serat Pepaya Dalam Mencegah Konstipasi

Disusun oleh :

1. Nurfitri Rahmawati

2. Yulistia Herviani Utami

Pendahuluan

Latar Belakang

Buah pepaya adalah salah satu buah yang banyak mengandung serat dan mudah ditemukan dimana saja. Selain itu, pepaya memiliki kegunaan yang banyak, baik dari daun, buah, kulit, dan bijinya. Namun, belum dimanfaatkan dengan maksimal karena keterbatasan pengetahuan dan perkembangan teknologi yang membuat manusia lebih mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam proses pencernaan. Padahal, tubuh manusia membutuhkan berbagai gizi dan nutrisi agar dapat menjaga kesehatan tubuh. Dalam mengkonsumsi makanan, manusia cenderung memperhatikan lezat dan praktisnya makanan tersebut daripada gizi dan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Hal ini jika dilakukan terus menerus dapat mengakibatkan ketidakseimbangan asupan gizi dengan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam proses pencernaan. Mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung serat juga dapat mempengaruhi proses pencernaan tersebut. Hal ini disebabkan karena serat merupakan bagian terpenting dalam membuang kotoran makanan yang akan dikeluarkan oleh tubuh. Jika manusia tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dapat menimbulkan penyakit pencernaan seperti konstipasi atau sembelit.

Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk melakukan studi pustaka mengenai manfaat serat buah pepaya dalam mencegah konstipasi.

Tujuan

  1. Mengetahui manfaat serat buah pepaya dalam mencegah penyakit konstipasi.
  2. Mengetahui peranan buah pepaya sehingga dalam proses pencernaan untuk mencegah penyakit konstipasi.
  3. Menambah wawasan lebih luas mengenai serat yang sangat berguna dalam mencegah konstipasi.

Manfaat

  1. Sebagai pengetahuan bagi masyarakat agar mengkonsumsi makanan yang mengandung serat.

2. Sebagai pengetahuan bahwa buah-buahan segar seperti pepaya dapat mencegah penyakit pencernaan konstipasi.

3. Sebagai sarana pembelajaran untuk menambah wawasan penulis mengenai serat yang sangat berguna dalam mencegah konstipasi.

Tinjauan Pustaka

Gizi

Pada umumnya orang-orang memilih makanan yang menurut mereka enak. Mereka sering melupakan bagaimana akibatnya pada tubuh mereka nanti. Pepatah mengatakan, “Kamu adalah apa yang kamu makan”, ini memiliki arti yang besar. Sama halnya ketika kita mempertimbangkan dampak dari mengkonsumsi makanan bergizi baik dan makanan bergizi buruk.

Zat-zat gizi terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, air, mineral,vitamin dan serat. Sumber makanan berserat dapat diperoleh dari sayuran dan buah-buahan. Disamping itu bahan yang kaya akan kandungan serat adalah dedak serealia (padi-padian).

Serat

Serat adalah bio sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Dalam bentuk aslinya, serat tanaman membentuk berbagai satuan anatomis dan satuan fungsi biologis. Serat terdiri dari berbagai polisakarida dengan berat molekul yang berbeda yang terjalin secara kompleks, sehingga menyulitkan penggolongannya, baik secara kimia maupun struktural.

Dalam batasan fisiologis, serat didefinisikan sebagai sisa-sisa dari sel tanaman yang tahan terhadap pencernaan enzim dalam tubuh manusia, karena memang kelompok penyusun serat ini tidak tercerna oleh enzim, tetapi sebagian dapat dihidrolisis oleh bakteri dalam kolon. Hemiselulosa dan gum serta pektin dapat dicerna sebagian dan didegradasi oleh manusia, sedangkan lignin hampir sama sekali tidak dapat dicerna.

Serat struktural yang membangun sel tanaman terdiri dari selulosa, hemiselulosa, pektin dan lignin. Walaupun demikian struktural serat bervariasi tergantung pada tanaman sumber, umur, anatomi dan kondisi pertumbuhan tanaman tersebut.

Makanan Berserat

Dalam bahasa Inggris, makanan berserat disebut makanan yang mengandung “fiber” atau “roughaga” atau juga disebut serat.

Bagaimana pentingnya serat dalm hidup manusia telah disinggung oleh Dr. John Harvey Kellogg, Direktur Rumah Sakit Battle Creek (Battle Creek Sanatorium and Hospital) pada permulaan abad kedua puluh. Itulah sebabnya Dr. Kellogg telah mempromosikan makanan “cereal”, yaitu makanan yang mempunyai kadar serat cukup tinggi. Riset lebih lanjut banyak dibuat oleh dokter Inggris yang bernama Denis Burkitt dan Hugh Trowell, yang membawa pengertian akan pentingnya serat untuk kesehatan.

Serat mempunyai fungsi untuk menolong melewatkan sisa makanan dengan cara yang lebih cepat, disebabkan penyerapannya yang besar akan cairan sehingga memberikan sisa makanan dalam volume yang lebih besar. Riset yang telah dibuat menunjukkan bahwa makanan yang mengandung serat menolong untuk menghindarkan manusia dari diverticulosis, hemorrhoids, appendicitis, hiatus-hernia.

Kurangnya mengkonsumsi makanan berserat dan banyak mengkonsumsi daging dapat menimbulkan penyakit konstipasi. Serat memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah penyakit konstipasi karena mengandung selulosa yang dapat merangsang otot-otot usus.

Pengertian Sembelit (Konstipasi)

Sembelit adalah sukar atau tidak dapat buang air besar karena terdapat kotoran keras dalam usus (Latin : Constipatio). Penyebabnya terjadi penyerapan air di dalam usus besar secara berlebihan. Sembelit dapat terjadi karena kurang mengkonsumsi makanan yang berserat, kurang bergerak, penggunaan obat-obatan yang mengandung anticholinergic, dan dehidrasi (kehilangan cairan tubuh). Akibatnya feses menjadi kering dan susah dikeluarkan. Sembelit dapat diatasi dengan minum banyak air putih serta makan buah-buahan dan sayuran. Buah-buahan dapat mencegah sembelit karena banyak mengandung selulosa untuk merangsang otot-otot usus Sembelit dapat dicegah dengan beberapa cara diantaranya yaitu, memperbanyak mengkonsumsi makanan yang berserat, memperbanyak makan sayur-sayuran, memperbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari, dan tidak minum alkohol.

Konstipasi kronis dapat disebabkan oleh :

a. Penyakit lokal pada usus, seperti nyeri perianus, tumor usus, dan radang lokal (divertikulitis).

b. Gangguan motilitas kronis pada irritable bowel syndrome.

c. Penyakit sistemik antara lain keadaan depresi, hipotiroid, hiperparatiroid, porfiria, dan diabetes melitus.

d. Obat-obatan seperti antasid (yang mengandung aluminium), antikolinergik (antidepresantrisiklik), opiat, analgesik, dan obat hipotensif.

e. Neurogenik : penyakit pada medula spinalis, nervus perifer, dan penyakit Hirschprung (penyakit pada pleksus dinding usus).

Konstipasi berarti pelannya pergerakan tinja melalui usus besar dan sering berhubungan dengan sejumlah besar tinja yang kering, keras pada kolon desenden yang menumpuk karena penyerapan cairan berlangsung lama.

Kelainan patologi apapun pada usus yang menghambat pergerakan isi usus, seperti tumor, perlekatan yang menyempitkan usus, dan ulkus-ulkus, dapat menyebabkan konstipasi. Penyebab fungsional konstipasi yang sering adalah kebiasaan buang air besar yang tidak teratur, yang berkembang selama masa kehidupan akibat penghambatan refleks defekasi normal. Bayi jarang mengalami konstipasi, tetapi sebagai bagian dari latihan yang dialaminya pada tahun-tahun awal kehidupan, dan kendali ini dilaksanakan dengan menghambat refleks defekasi alami. Pengalaman klinis menggambarkan bahwa jika seseorang gagal membiarkan defekasi terjadi pada saat refleks defekasi dicetuskan atau jika seseorang menggunakan laksatif secara berlebihan untuk menggantikan fungsi defekasi yang alami, refleks itu sendiri secara progresif menjadi kurang ketat selama satu periode waktu dan kolon menjadi atonik. Karena alasan ini, jika seseorang mempunyai kebiasaan buang air besar yang teratur pada usia dini, yang biasa buang air besar pada pagi hari sesudah sarapan pada saat refleks gastrokolika dan duodenokolika menyebabkan pergerakan massa pada usus besar, terjadinya konstipasi pada usia lebih lanjut dapat dicegah.

Konstipasi juga dapat terjadi akibat spasme segmen kecil dari kolon sigmoid. Harus diingat bahwa motilitas, bahkan secara normal, adalah lemah pada usus besar, sehingga bahkan spasme berderajat rendah pun sudah dapat menyebabkan konstipasi serius. Setelah konstipasi terus berlanjut untuk beberapa hari dan feses dalam jumlah besar telah terkumpul di atas kolon sigmoid yang spastis, sekresi kolon yang berlebihan sering mengakibatkan diare yang berlangsung satu hari atau lebih. Setelah ini, siklus mulai kembali, dengan penderitaan konstipasi yang diselingi oleh diare berulang.

Pencernaan

Pencernaan adalah proses penghancuran makanan dari molekul-molekul yang besar menjadi molekul-molekul yang kecil dan sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh. Proses pencernaan pada manusia tidak selamanya atau tidak selalu berjalan lancar. Selalu ada gangguan-gangguan terutama pada alat-alat pencernaan misalnya usus sehingga prosesnya tidak berjalan dengan lancar. Salah satu cara untuk membantu melancarkan pencernaan adalah dengan cukup mengkonsumsi serat yaitu suatu zat yang sulit dicerna sehingga dapat meningkatkan gerak persitaltik pada alat pencernaan sehingga akan meningkatkan kinerja alat-alat pencernaan tersebut.

Proses Pencernaan pada Usus Besar

Di dalam usus besar, sisa makanan akan dibusukkan oleh bakteri Escherichia coli menjadi feses. Di bagian juga terjadi pengaturan kadar air ampas makanan. Jika kadar air ampas makanan terlalu banyak, maka air akan diserap oleh dinding usus besar. Namun, dinding usus besar akan mengeluarkan air jika ampas makanan terlalu padat. Jika terjadi infeksi pada usus besar, ampas makanan berada di dalam usus besar hanya sebentar sehingga penyerapan pada usus besar sangat sedikit. Akibatnya feses berupa cairan atau terjadi diare. Sebaliknya, jika feses terlalu lama berada di dalam usus besar, maka feses menjadi padat karena terjadi penyerapan yang berlebihan sehingga feses sulit dikeluarkan.

Pepaya

Pepaya (Carica papaya L.), atau betik (bahasa Melayu) adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, “papaja”, yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, “papaya”. Dalam bahasa Jawa pepaya disebut “katès” dan dalam bahasa Sunda “gedang”.

Klasifikasi Pepaya

Regnum:

Plantae

Divisio :

Magnoliophyta

Kelas :

Magnoliopsida

Ordo :

Brassicales

Familia :

Caricaceae

Genus :

Carica

Spesies :

Carica papaya

Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.

Pepaya adalah monodioecious’ (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai “pepaya gantung”, yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara “partenogenesis“. Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk. Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah. Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi. Suatu penanda genetik RAPD juga telah ditemukan untuk membedakan pepaya berkelamin betina dari pepaya jantan atau banci.

Kandungan Kimia

Kandungan buah pepaya masak (100 gr) – Kalori 46 kal – Vitamin A 365 SI – Vitamin B1 0,04 mg – Vitamin C 78 mg – Kalsium 23 mg – Hidrat Arang 12,2 gram – Fosfor 12 mg – Besi 1,7 mg – Protein 0,5 mg – Air 86,7 gram. Pepaya juga mengandung sedikit kalsium dan zat besi.

Manfaat Pepaya

Pepaya adalah buah yang sangat murah dan sangat mudah di dapatkan tetapi semua bagian dari pepaya sangat bermanfaat, mulai dari buah, kulit, daun dan bijinya. Daunnya mengandung enzym proteolytic yang memudahkan pencernaan.

Pepaya dipercaya dapat melancarkan pencernaan secara alami karena kandungan seratnya yang cukup tinggi, sehingga dapat mencukupi kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh. Mengkonsumsi pepaya adalah merupakan hal yang sangat mudah dan murah meriah yang berfungsi untuk memperlancar proses pembuangan sisa sisa metabolisme atau menghindari sembelit. Enzim papain sangat bagus untuk melunakkan daging, banyak masakan daging ayam, kambing, domba atau sapi yang di olah menggunakan pepaya muda ataupun daunnya. Papain juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya dapat meminimalkan efek negatif yang muncul. Yang jelas papain dapat membantu mewujudkan proses pencenaan makanan yang lebih baik. Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya. Malah, bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan, disarankan untuk mengonsumsi buah pepaya beserta bijinya.

PEMBAHASAN

Analisa Data

Dari data hasil studi pustaka di atas, penulis dapat menganalisa bahwa buah pepaya memiliki manfaat yang banyak dalam proses pencernaan manusia. Manfaatnya antara lain :

1. Daunnya mengandung enzym proteolytic yang memudahkan pencernaan.

2. Dapat memperlancar proses pembuangan sisa sisa metabolisme atau menghindari sembelit.

3. Dapat mencegah sembelit karena banyak mengandung selulosa untuk merangsang otot-otot usus.

4. Serat buah pepaya dapat mencegah konstipasi.

Oleh karena itu, serat buah pepaya memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah penyakit konstipasi karena mengandung selulosa yang dapat merangsang otot-otot usus.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa serat buah pepaya bermanfaat dalam proses pencernaan manusia. Serat buah pepaya juga memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah penyakit konstipasi karena mengandung selulosa yang dapat merangsang otot-otot usus.

Daftar Pustaka

Ali, Muhammad. 2002. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Moderen. Jakarta : Pustaka Amani

Guyton, Arthur C, and Hall, John E. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Textbook of Medica Physiology) Edisi 9. Setiawan, Irawati, editor. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. Terjemahan dari : Textbook of Medica Physiology

Haryanto. 2007. Sains Jilid 5 Untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta : Erlangga

Kuntaraf, Kathleen H. Liwijaya, and Kuntaraf, Jonathan. 1992. Makanan Sehat. Bandung : Indonesia Publishing House

Muchtadi, Deddy. 1985. Metabolisme Zat Gizi 1. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan

Oenzil, Fadil. 1995. Ilmu Gizi:Pencernaan, Penyerapan, dan Detoksifikasi Zat Gizi. Jakarta : Hipokrates

Purwatiningsih, S. 2007. Biolog Jilid 2 Untuk SMA/MA Kelas XI. Surakarta : PT Pabelan Cerdas Nusantara

Riandari, Henny. 2007. Sains Biologi 2. Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Sediaoetama, Achmad Djaeni. 1985. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi di Indonesia.. Jakarta : Dian Rakyat

Soetarno, R. 2001. RPAL ( Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap) Untuk Sekolah Dasar Kelas IV, V, dan VI. Semarang : Aneka Ilmu

Townsend, Carolynn E. 1972. Nutrition & Diet Modifications. New York : Delmar Publishers

2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka

id.wikipedia.org/wiki/Pepaya

http://www.geocities.com/hamba66/kesihatan.html

3 Komentar (+add yours?)

  1. Wira
    Feb 20, 2009 @ 09:56:49

    Halo..Nama saya Wira..Saya adalah mahasiswa Universitas Surabaya yang ingin meneliti lebih jauh tentang papain..Saya ingin tahu, dalam aplikasinya yang digunakan untuk mengempukkan daging itu crude papain, purified papain atau liquid papain?Terima kasih sebelumnya atas informasinya.

    Balas

  2. RIZKI
    Mar 06, 2009 @ 12:32:56

    manfaat kalsium dalam pepaya untuk tubuh apa ya?mekanisme kerjanya spt apa????
    kira2 dalam pepaya itu terbentuk kompleks apa dengan kalsium itu???????

    Balas

  3. arifin
    Apr 14, 2009 @ 13:17:00

    tolong donk bantuk sel pepaya’y

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: